Ambon secara historis dikenal sebagai tanah para pejuang dan bakat alami yang luar biasa di bidang olahraga. Namun, bakat fisik semata tidak akan cukup untuk menembus persaingan global yang semakin kompetitif tanpa didukung oleh ketangguhan mental yang kokoh. Melalui filosofi Grit & Glory, sebuah gerakan besar tengah dijalankan untuk memastikan bahwa setiap atlet muda dari Maluku tidak hanya memiliki otot yang kuat, tetapi juga memiliki “nyali” dan ketekunan yang tak tergoyahkan. Konsep ini menekankan bahwa kejayaan (glory) bukanlah hasil dari keberuntungan instan, melainkan buah dari kegigihan (grit) yang dipupuk melalui tetesan keringat dan kedisiplinan yang konsisten.
Langkah strategis mengenai cara KONI Ambon dalam menanamkan nilai-nilai ini dimulai dengan integrasi psikologi olahraga ke dalam kurikulum pelatihan dasar. Sejak usia dini, para atlet tidak hanya diajarkan teknik dasar cabang olahraga masing-masing, tetapi juga diberikan pemahaman tentang manajemen kegagalan. Mereka diajarkan bahwa kekalahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan data berharga untuk melakukan evaluasi. Karakter dibentuk dengan memberikan tantangan-tantangan fisik yang terukur namun menuntut konsentrasi tinggi, sehingga para atlet muda terbiasa bekerja keras untuk melampaui batas kemampuan mereka sendiri setiap harinya.
Proses untuk membentuk karakter pantang menyerah sejak dini melibatkan peran aktif para pelatih senior yang telah memiliki jam terbang internasional. Para pelatih ini berperan sebagai mentor yang tidak hanya memberikan instruksi teknis, tetapi juga menularkan etos kerja seorang pemenang. Di Ambon, sesi motivasi sering kali dikaitkan dengan sejarah lokal dan semangat kepahlawanan masyarakat Maluku, sehingga atlet merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan daerahnya. Dengan memiliki kebanggaan identitas, seorang atlet akan memiliki motivasi internal yang lebih kuat untuk tetap bertahan saat menghadapi tekanan mental di tengah pertandingan yang sengit.
Wilayah Ambon yang dikelilingi oleh laut dan perbukitan juga dimanfaatkan sebagai arena latihan fisik yang menantang. Latihan di alam terbuka ini bertujuan untuk membangun ketahanan fisik sekaligus kepekaan terhadap lingkungan. Secara psikologis, latihan di luar ruangan membantu atlet membangun resiliensi karena mereka harus beradaptasi dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah. KONI Ambon percaya bahwa atlet yang terbiasa berlatih dengan keterbatasan fasilitas namun memiliki semangat juang yang tinggi, akan jauh lebih tangguh saat nantinya bertanding di fasilitas modern yang lengkap. Mentalitas “petarung” inilah yang ingin dijadikan ciri khas dari setiap atlet asal Ambon.