KONI Ambon mengambil peran unik dalam konservasi budaya dengan secara aktif mendukung dan mengintegrasikan Olahraga Tradisional Ambon ke dalam agenda pengembangan komunitas olahraga resmi. Arumbay (balap perahu) dan Manggurebe (balap gasing) bukan hanya pertunjukan budaya, tetapi kini diakui sebagai cabor yang memiliki potensi kompetisi dan daya tarik event yang tinggi.
Integrasi Olahraga Tradisional Ambon ini memerlukan tata kelola organisasi yang cermat. KONI Ambon bekerja sama dengan tokoh adat untuk menyusun regulasi dan standar kompetisi yang modern tanpa menghilangkan esensi tradisi. Tujuan improvisasi ini adalah menjadikan Arumbay dan Manggurebe sebagai cabor yang measurable dan siap dipertandingkan di tingkat regional dan nasional.
Dukungan terhadap Olahraga Tradisional Ambon memiliki dampak ganda. Pertama, ia melestarikan budaya dan keterampilan lokal (seperti pembuatan perahu dan gasing). Kedua, ia menciptakan niche baru dalam pembinaan atlet muda, menarik pemuda yang mungkin tidak tertarik pada cabor konvensional, tetapi sangat terampil dalam tradisi lokal. Ini memperluas bank talenta KONI Ambon.
Daya tarik event Olahraga Tradisional ini juga menjadi aset sport tourism. Kompetisi Arumbay yang vivid di laut Banda dan Manggurebe yang cepat menarik perhatian media dan wisatawan. Tata kelola organisasi KONI Ambon berhasil mengubah tradisi menjadi produk wisata yang unik.
Melalui pengembangan komunitas olahraga yang inklusif ini, KONI Ambon memastikan bahwa pembinaan atlet muda mereka berakar kuat pada identitas budaya. Olahraga Tradisional adalah legacy budaya yang dihidupkan kembali melalui semangat kompetisi modern.