Peningkatan efisiensi dalam sesi latihan fisik menjadi perhatian utama KONI Ambon dalam mencetak atlet yang tangguh di lapangan pertandingan. Melalui renovasi ruang ganti, sarana pendukung bagi pemulihan fisik telah diperbaiki untuk menunjang performa maksimal. Metode latihan interval dengan rasio 1:1 kini diuji coba secara intensif, di mana durasi aktivitas fisik yang tinggi disetarakan dengan durasi istirahat aktif yang sama, guna memastikan sistem metabolisme atlet tetap berada pada ritme optimal untuk mempertahankan stamina puncak sepanjang sesi latihan berlangsung.
Dalam protokol ini, setiap atlet menjalani sprint atau latihan beban dengan intensitas maksimal, lalu diikuti oleh fase pemulihan yang dilakukan dengan pergerakan ringan. Pendekatan latihan interval ini terbukti sangat efektif untuk melatih sistem kardiovaskular dalam mengelola oksigen secara efisien, sehingga saat bertanding, atlet dapat mencapai tahap pemulihan atlet yang sangat cepat meskipun berada di bawah tekanan fisik yang luar biasa. Hasil dari pengujian ini menunjukkan bahwa atlet yang terbiasa dengan rasio 1:1 memiliki daya tahan yang jauh lebih stabil di babak-babak krusial pertandingan dibandingkan dengan metode latihan konvensional lainnya.
Lebih lanjut, KONI Ambon memantau ketat data detak jantung selama proses ini untuk memastikan setiap atlet berada dalam zona latihan yang benar. Penggunaan metode ini tidak hanya fisik, tetapi juga mental karena atlet dituntut untuk disiplin dalam mengatur ritme gerak mereka. Pelatih dapat melakukan koreksi teknik secara real-time saat periode istirahat, yang membuat proses belajar menjadi jauh lebih efektif. Metode latihan ini juga meminimalisir risiko kelelahan ekstrem yang sering menjadi pemicu cedera, karena setiap fase intensitas selalu dibarengi dengan waktu pemulihan yang cukup, menciptakan keseimbangan yang sempurna antara tuntutan prestasi dan keamanan kondisi fisik atlet di setiap sesi latihan.
Ke depan, KONI Ambon akan mengadopsi prosedur ini secara menyeluruh di semua cabang olahraga yang mengandalkan kecepatan dan daya tahan tinggi. Pemahaman mengenai latihan interval akan diberikan kepada pelatih-pelatih muda agar mereka mampu menyusun program yang adaptif bagi atlet asuhannya. Dengan fokus pada kecepatan pemulihan atlet pasca-intensitas, setiap kontingen dari Ambon diharapkan dapat menampilkan performa yang konsisten dan prima di setiap laga. Langkah ini adalah bukti bahwa dengan menerapkan pendekatan sains olahraga yang tepat, potensi atlet daerah dapat dioptimalkan hingga mencapai standar nasional, menciptakan profil atlet yang tidak hanya cepat namun memiliki daya tahan mumpuni dalam menghadapi ketatnya persaingan olahraga modern yang terus menuntut tingkat stamina dan kecepatan regenerasi energi fisik yang prima di setiap arena kompetisi, demi kejayaan olahraga Maluku di masa depan yang semakin menjanjikan.