Dalam situasi bencana massal, sering kali perhatian publik terpusat pada penyelamatan korban selamat, sehingga penanganan mereka yang telah wafat menjadi kurang terperhatikan atau dilakukan secara kurang teratur. Padahal, memberikan penghormatan terakhir dengan cara yang layak adalah bagian dari hak asasi manusia dan kewajiban moral yang sangat mendasar. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ambon menyadari celah tersebut dan mengambil langkah luar biasa dengan menyediakan unit khusus Pelayanan Terakhir. Program ini difokuskan pada pengelolaan pemulasaraan dan penguburan yang sistematis di tengah situasi krisis yang sering kali kacau.
Salah satu tantangan terbesar di lapangan saat musibah terjadi adalah potensi timbulnya penyakit akibat penanganan sisa-sisa jasad yang tidak memenuhi standar sanitasi. Dengan manajemen jenazah yang dilakukan secara terorganisir, risiko wabah kesehatan di pengungsian dapat ditekan secara drastis. Tim relawan dari KONI Ambon dilatih secara khusus untuk menangani proses ini dengan prosedur medis yang ketat namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya masyarakat setempat. Kecepatan dan ketepatan identifikasi menjadi kunci utama agar proses penguburan dapat dilakukan sesegera mungkin sesuai dengan syariat dan norma kemanusiaan.
Personil yang terlibat dalam misi ini umumnya adalah para pengurus dan atlet senior yang memiliki ketabahan mental yang luar biasa. Menghadapi situasi kematian massal memerlukan kestabilan emosi yang tidak semua orang miliki. Para relawan didorong oleh rasa solidaritas sebagai sesama warga Ambon untuk memberikan bantuan pada titik yang paling menyedihkan dalam sebuah bencana. Penanganan yang terorganisir ini mencakup pendataan yang rapi, pengambilan dokumentasi untuk identifikasi, hingga penyediaan perlengkapan kain kafan atau peti jenazah bagi mereka yang membutuhkan tanpa dipungut biaya sedikit pun.
Inisiatif dari KONI ini sangat meringankan beban keluarga korban yang sedang dirundung duka mendalam. Sering kali, dalam kepanikan pasca-bencana, keluarga kehilangan arah mengenai bagaimana harus mengurus jenazah anggota keluarga mereka. Hadirnya tim ini memberikan rasa tenang dan kepastian bahwa orang-orang yang mereka cintai ditangani dengan penuh hormat. Selain itu, tim ini juga membantu proses koordinasi dengan dinas pemakaman setempat untuk memastikan ketersediaan lahan penguburan massal atau pribadi yang aman dari risiko pencemaran lingkungan atau gangguan teknis lainnya di masa darurat.