Kota Ambon secara historis memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan dunia maritim. Sebagai wilayah yang dikelilingi oleh perairan yang luas dan dalam, potensi sumber daya manusia di bidang olahraga air di wilayah ini sungguh tidak terbatas. Memasuki tahun 2026, otoritas olahraga kota mulai menyusun peta jalan jangka panjang yang sangat ambisius namun realistis. Penetapan Target Emas KONI Ambon untuk ajang nasional dan internasional pada tahun 2028 menjadi fokus utama yang sedang digarap dengan sangat serius. Strategi ini dirancang untuk memaksimalkan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh anak-anak muda Ambon yang sejak kecil sudah terbiasa dengan ritme kehidupan di laut.
Keputusan KONI Ambon untuk melakukan spesialisasi pada cabang olahraga tertentu merupakan langkah cerdas di tengah terbatasnya anggaran pembinaan. Daripada mencoba untuk merajai semua cabang olahraga, mereka memilih untuk berkonsentrasi pada bidang yang paling sesuai dengan karakteristik geografis dan fisik atlet lokal. Fokus utama dialihkan sepenuhnya untuk mengembangkan talenta-talenta di sektor perairan. Hal ini mencakup pembinaan yang lebih intensif pada sektor renang perairan terbuka, selam, dan yang paling diunggulkan adalah cabang olahraga Dayung. Prestasi atlet dayung asal Ambon sudah diakui di tingkat nasional, dan tahun 2028 diprediksi akan menjadi puncak dari regenerasi atlet yang sedang berjalan saat ini.
Pembangunan pusat pelatihan terpadu di kawasan pesisir Ambon kini menjadi prioritas infrastruktur di tahun 2026. Fasilitas ini didesain bukan hanya sebagai tempat latihan biasa, tetapi juga sebagai laboratorium sains olahraga yang mempelajari aerodinamika gerak di atas air dan efisiensi tenaga dalam mendayung. Penggunaan perahu dayung dengan material karbon terbaru dan sistem sensor untuk mengukur ritme kayuhan kini mulai diperkenalkan kepada para atlet junior. Melalui fokus pada Olahraga Air, Ambon ingin membuktikan bahwa mereka bisa menjadi kiblat bagi olahraga bahari di Indonesia Timur. Investasi pada peralatan modern ini diharapkan mampu meningkatkan kecepatan dan presisi atlet saat menghadapi kompetisi yang lebih ketat di masa depan.
Regenerasi atlet dayung di Ambon dilakukan dengan cara yang unik, yaitu melalui festival-festival budaya lokal yang dimodifikasi menjadi ajang pencarian bakat. Lomba perahu tradisional yang sering diadakan di Teluk Ambon kini digunakan sebagai wadah untuk menjaring pemuda-pemuda yang memiliki kekuatan otot lengan dan punggung yang luar biasa. Para pemenang dari ajang tradisional ini kemudian diberikan pelatihan teknik dayung standar internasional oleh pelatih-pelatih berpengalaman. Sinergi antara kearifan lokal dan teknik modern inilah yang membuat pola pembinaan di Ambon menjadi sangat efektif dan memiliki akar yang kuat pada identitas masyarakatnya.